Sabtu, 23 Juni 2012

SUMBER HUKUM DALAM ISLAM

•    Al-Qur’an adalah sumber dari segala sumber hukum

Al-Qur’an menurut bahasa berarti “bacaan”, sedangkan menurut istilah :Adalah “firman Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW. Dalam bahasa Arab yang diriwayatkan secara mutawatir dan yang membacanya adalah ibadah: Defenisi di atas mengisaratkan kepada kita, bahwa :
  1. Apa-apa yang diwahyukan oleh Allah dalam maknanya, kemudian dipahami dalam bahasa Rasulullah, tidaklah dinamakan Al-Qur’an.
  2. Alih bahasa Al-Qur’an ke dalam bahasa lain bukanlah disebut Al-Qur’an.
  3. Wahyu yang diturunkan kepada selaian nabi Muhammad bukanlah seperti taurat kepada nabi Musa.
  4. Syarat mutawatir. Adapun isi kandungan pokok Al-Qur’an diantaranya Tauhid,Ibadah, Janji dan ancaman dan Kisah umat terdahulu.
  5. Perlu diketahui Al-Qur’an menempati kedudukan pertama atau tertinggi dari sumber-sumber hukum lain. Oleh karena itu, sumber hukum dan norma yang ada tidak boleh bertentangan dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW melalui malakikat Jibril untuk disampaikan kepada umat manusia agar diamalkan segala perintah-Nya dan segala yang dilarang-Nya.


•    Pedoman dalam menetapkan hukum.
  1. Tidak memberatkan atau menyulitkan, Allah tidak akan membebani umat manusia atas sesuatu yang diluar batas kemampuan manusia. Jika manusia sulit mengerjakan , kemungkinan karena kondisi manusia itu sendiri.
  2.  Meyedikitkan Beban, Al-Qur’an memberikan keringanan kepada umat manusia dalam dalam masalah ibadah, yang disebut juga rukhsah, diantara keringanan (rukhsah) seperti : Menjama’ dan mengqasar shalat, Tidak berpuasa dalam perjalanan, Bertayamum sebagai ganti wudhu, Memakan makanan haram bila dalam keadaan darurat.

•    Sunnah  Sebagai Sumber Hukum Kedua setelah Al quran

Arti Sunnah secara bahasa adalah ;Jalan yang ditempuh atau cara, cara atau jalan yang sudah biasa, sesuatu yang dilakukan para sahabat, Sebagai lawan dari bid’ah. Sunnah menurut istilah syar’I adalah sesuatu yang berasal dari Rasulullah SAW, baik berupa perkataan, perbuataan, maupun penetapan pengakuan.

Dari sudut macamnya As-Sunnah dibagi menjadi 4 macam :

  1. Sunnah Fi’liyah yaitu semua perbuatan Rasul. Kecuali perbuatan-perbuatan nabi yang bersifat pribadi atau khusus untuk Nabi tidak wajib ditaati kecuali ada penjelasan berupa hadits.
  2. Sunnah Taqririyah yaitu penetapan dan pengakuan Nabi terhadap pernyataan dan perbuatan orang lain.
  3. Sunnah Hammiyah yaitu sesuatu yang akan direncanakan atau dikerjakan oleh Nabi tetapi tidak sempat dikerjakan. Seperti puasa pada 9 Muharram.

Selanjutnya......

Selasa, 12 Juni 2012

ISLAM DAN KETERASINGAN

Keterasingan Islam & Keutamaan Orang-orangnya

Dan Allah Ta’ala berfirman:

(فَلَوْلا كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِنْ قَبْلِكُمْ أُولُو بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلاً مِمَّنْ أَنْجَيْنَا مِنْهُمْ )

“Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kalian orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang pengrusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka.” ( QS. Hud: 116).


Dan dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu secara marfu’:

(( بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ))

“Sesungguhnya Islam itu mulai dalam keadaan asing, dan akan kembali dalam keadaan asing sebagaimana ketika mulai pertama kali. Maka berbahagialah Al-Ghuroba.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Ahmad dari hadits Ibnu Mas’ud dan di dalamnya (ada lafadz), “Siapakah Al-Ghuroba itu?” Beliau menjawab:

((النُّـزَّاعُ مِنَ القَبَائِل))

“Orang-orang asing di antara kabilah-kabilah.”
Dan dalam satu riwayat lain:
((الْغُرَبَاءُ الَّذِينَ يَصْلُحُونَ إِذَا فَسَدَ النَّاس))

“Ghuroba adalah orang-orang yang mengadakan perbaikan ketika manusia rusak.”

Dan bagi At-Tirmidzi (ada riwayat) dari hadits Katsir bin ‘Abdillah dari bapaknya, dari kakeknya:
((طُوبَى لِلْغُرَبَاء الَّذِينَ يُصْلِحُونَ مَا أَفْسَدَ النَّاسُ مِنْ سُنَّتِي))

“Berbahagialah ghuroba, yaitu orang-orang yang mengadakan perbaikan sunnahku yang dirusak manusia.”

Dan dari Abu Umayyah dia berkata, “Aku bertanya kepada Abu Tsa’labah, aku katakan padanya, “Wahai Abu Tsa’labah apa yang engkau katakan tentang ayat ini:

( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ)

“Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri-diri kalian; tidaklah orang yang sesat itu akan memberi mudhorot kepada kalian apabila kalian telah mendapat petunjuk.”” (QS. Al-Maidah: 105).
Maka dia (Abu Tsa’labah) menjawab, “Demi Allah, engkau telah menanyakannya kepada orang yang tahu. Aku pernah menanyakannya kepada Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

((بَلْ ائْتَمِرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنَاهَوْا عَنْ الْمُنْكَرِ حَتَّى إِذَا رَأَيْتُمْ شُحًّا مُطَاعًا وَهَوًى مُتَّبَعًا وَدُنْيَا مُؤْثَرَةً وَإِعْجَابَ كُلِّ ذِي رَأْيٍ بِرَأْيِهِ فَعَلَيْكَ بِخَاصَّةِ نَفْسِكَ وَدَعْ عَنْكَ الْعَوَامَّ فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامًا الصَّابِرُ فِيهِنَّ كَالْقَابِْضِ عَلَى الْجَمْرِ لِلْعَامِلِ فِيهِنَّ مِثْلُ أَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلًا يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِكُمْ))

“Bahkan perintahkanlah kalian kepada yang ma’ruf dan laranglah dari yang mungkar, hingga kalian melihat sifat kikir ditaati, hawa nafsu diikuti, dunia diutamakan, dan setiap orang merasa bangga dengan pendapatnya.
Maka wajib atasmu dengan kekhususan dirimu dan tinggalkanlah orang-orang awam. Sesungguhnya di belakang kalian akan ada hari-hari. Oarang yang sabar di hari-hari itu seperti orang yang menggenggam bara api. Orang yang beramal di saat itu akan mendapatkan pahala semisal pahala lima puluh orang yang beramal seperti amalan kalian.”
Para shohabat bertanya: “Semisal pahala lima puluh orang dari kami atau dari mereka?”
Rosulullah menjawab, “Bahkan semisal lima puluh kali dari kalian.”1

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Dan Ibnu Wadhoh meriwayatkan hadits yang semakna dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu dengan lafadz:

((إن بعدكم أياماً الصابر فيها المتمسك بمثل ما أنتم عليه اليوم؛ له أجر خمسين منكم))

“Sesungguhnya sepeninggal kalian akan ada hari-hari dimana orang yang bersabar padanya
adalah orang yang berpegang teguh dengan seperti apa yang kalian pegangi pada hari ini. Dia akan mendapat limapuluh kali pahala dari kalian.”
Ada bertanya: “Ya Rosulullah, lima puluh kali pahala dari mereka?”
Rosulullah menjawab, “Bahkan (lima puluh kali pahala) dari kalian.”
Kemudian dia (Ibnu Wadhoh) berkata: Telah memberitahukan kepada kami Muhammad bin Sa’id, telah memberitahukan kepada kami Asad, telah berkata Sufyan bin ‘Uyainah, dari Aslam Al-Bashri, dari Sa’id saudaranya Al-Hasan dia memarfu’kannya, aku katakan kepada Sufyan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Dia berkata, “Ya.” Beliau bersabda:.

((إنكم اليوم على بينة من ربكم تأمرون بالمعروف وتنهون عن المنكر وتجاهدون في سبيل الله، ولم تظهر فيكم السكرتان: سكرة الجهل وسكرة حب العيش، وستحولون عن ذلك فلا تأمرون بالمعروف ولا تنهون عن المنكر، ولا تجاهدون في الله، وتظهر فيكم السكرتان، فالمتمسك يومئذٍ بالكتاب والسنة له أجر خمسين))

“Sesungguhnya kalian pada hari ini di atas bayyinah (ilmu) dari Robb kalian, kalian beramar ma’ruf nahi mungkar, dan kalian berjihad di jalan Allah, dan belum nampak pada kalian dua kemabukan yaitu mabuk kebodohan dan cinta dunia. Kemudian kalian akan berubah dari hal itu. Sehingga kalian tidak lagi beramar ma’ruf nahi mungkar, kalian tidak berjihad di jalan Allah, dan nampak pada kalian dua kemabukan.

 Maka pada hari itu orang yang berpegang teguh dengan al-kitab dan as-sunnah dia akan mendapat pahala lima puluh orang.”
Ada yang bertanya, “Pahala lima puluh orang dari mereka?” Rosulullah menjawab, “Tidak bahkan dari kalian.”
Dan baginya dengan sebuah sanad dari Al-Mu’afiri, dia berkata, Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

((طوبى للغرباء الذين يمسكون بكتاب الله حين يترك ويعملون بالسنة حين تطفأ))
“Berbahagialah al-ghuroba yaitu orang-orang yang berpegang teguh dengan kitabullah ketika (kitabullah itu) ditinggalkan, dan mereka mengamalkan sunnah ketika (sunnah itu) telah mati.”


Ta’liq Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah

1 Di dalam hadits ini ada dorongan untuk tetap istiqomah dalam keterasingan. Dan hendaknya seorang mukmin beristiqomah dan bersemangat untuk istiqomah dalam keterasingannya di kalangan manusia. Dan hendaknya dia tidak tertipu dengan banyaknya orang-orang yang binasa. Oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits yang shohih ketika Ash-Shiddiq membaca ayat ini:.

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ)

“Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri-diri kalian. Tidaklah orang yang sesat itu akan memberi mudhorot kepada kalian apabila kalian telah mendapat petunjuk.” (QS. Al-Maidah: 105).

Dia berkata: “Rosululah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

((إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوْا الْمُنْكَرَ فَلَمْ يُنْكِرُوهُ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمْ اللَّهُ بِعِقَابِهِ)).

“Jika manusia melihat kemungkaran dan mereka tidak mengingkarinya, maka hampr-hampir Allah akan menyamaratakan siksa-Nya kepada mereka.”

Adapun firman Allah:
(لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ)

“Tidaklah orang yang sesat itu akan memberi mudhorot kepada kalian apabila kalian telah mendapat petunjuk.”

Yang dimaksud petunjuk di sini adalah hidayah, memerintahkan kepada perkara yang ma’ruf. Maka orang yang sesat itu tidak akan memudhorotkan manusia apabila manusia itu istiqomah, memerintahkan pada kebaikan, dan mengingkari kemungkaran. Sebagian manusia menyangka bahwasanya dia dikatakan mendapat petunjuk yaitu apabila dia menunaikan ketaatan secara khusus. Ini salah. Dan termasuk hidayah adalah beramar ma’ruf nahi munkar. Ini termasuk sebab-sebab untuk mendapat hidayah. Oleh karena itu Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu ketika berkhutbah di hadapan manusia ketika menjadi kholifah, dia berkata, “Sesungguhnya kalian membaca ayat ini akan tetapi kalian menempatkan tidak pada tempatnya:
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ)

“Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri-diri kalian; tidaklah orang yang sesat itu akan memberi mudhorot kepada kalian apabila kalian telah mendapat petunjuk.” (QS. Al-Maidah: 105).

Sesungguhnya aku mendengar Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:.

((إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوْا الْمُنْكَرَ فَلَمْ يُنْكِرُوهُ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمْ اللَّهُ بِعِقَابِهِ))

“Jika manusia melihat kemungkaran dan mereka tidak mengingkarinya, maka hampir-hampir Allah menyamaratakan siksa-Nya kepada mereka.”

Demikian pula ketika beliau mengomentari ayat tersebut, beliau bersabda:.

((بَلْ ائْتَمِرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنَاهَوْا عَنْ الْمُنْكَرِ حَتَّى إِذَا رَأَيْتُمْ شُحًّا مُطَاعًا وَهَوًى مُتَّبَعًا وَدُنْيَا مُؤْثَرَةً وَإِعْجَابَ كُلِّ ذِي رَأْيٍ بِرَأْيِهِ فَعَلَيْكَ بِخَاصَّةِ نَفْسِكَ وَدَعْ عَنْكَ الْعَوَامَّ فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامًا الصَّابِرُ فِيهِنَّ كَالْقَابِْضِ عَلَى الْجَمْرِ))

“Perintahkanlah oleh kalian yang ma’ruf dan laranglah kemungkaran sampai kalian melihat sifat kikir ditaati, hawa nafsu diikuti, dan dunia diutamakan, dan setiap orang merasa bangga dengan pendapatnya. Maka (pada saat itu) wajib atas kalian dengan kekhususan diri kalian sendiri dan tinggalkanlah orang-orang awam, karena di belakang kalian ada hari-hari. Orang yang bersabar di saat itu bagaikan orang yang memegang bara api.”

Allah tempat kita meminta pertolongan. Mereka itulah ghuroba (orang-orang yang asing) yang mengadakan perbaikan ketika manusia telah rusak, dan mereka memperbaiki apa-apa yang telah dirusak manusia dengan melakukan amar ma’ruf nahi munkar, dan berpegang teguh dengan Al-Qur’an ketika manusia meninggalkannya.

(((( بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ))

“Sesungguhnya Islam mulai dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing sebagaimana ketika mulai, maka berbahagialah al-ghuroba.”
Maka al-ghuroba adalah orang-orang yang melakukan perbaikan, senantiasa istiqomah, melaksanakan perintah-perintah Allah, dan berdakwah di jalan Allah ketika zaman telah rusak dan penduduknya telah berubah.

(sumber: bimbingan-islam.blogspot.com)





Selanjutnya......

KUMPULAN DOA


DOA SESUDAH MAKAN

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِينَ

(Alhamdulillaahil ladzii ath'amanaa wasaqoonaa waja'alanaa muslimiin)

Artinya :
Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum dan menjadikan kami orang-orang Muslim

**Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad

DOA MASUK WC

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

(Alloohumma innii a'uudzubika minal khubutsi wal khobaa-its)

Artinya :
Yaa Allah, aku berlindung kepadamu dari godaan syetan jantan dan syetan betina.

**Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Bukhari dan Muslim


DOA KELUAR WC 1

غُفْرَانَكَ
(Ghufroonak)

Artinya :
Aku memohon ampunan kepadamu

**Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits shahih, diriwayatkan Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah


DOA KELUAR WC 2

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَذْهَبَ عَنِّى الأَذَى وَعَافَانِى

(Alhamdulillaahil ladzii adzhaba annil adzaa wa 'aafaanii)

Artinya :
Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dariku dan menyehatkan aku

**Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Ibnu Majah, namun menurut Al Albani sanadnya dhaif

DOA SETELAH ADZAN

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ

(Alloohumma Robba haadzihid da'watit taammah, washsholaatil qoo'imah, aati Muhammadinil wasiilata wal fadhiilah, wab'atshu maqoomam mahmuudanil ladzii wa'adtsah)

Artinya :
Ya Allah, Rabb Pemilik panggilan yang sempurna dan shalat yang didirikan, Karuniakanlah kepada Muhammad wasilah, keutamaan, kemuliaan dan derajat yang tinggi. Dan bangkitkan beliau sehingga bisa menempati maqam terpuji yang telah Engkau janjikan.

**Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Al Bukhari dan Muslim. Doa ini diucapkan setelah mendengar adzan, baik sebagai muadzin maupun orang yang mendengar adzan.

**Keutamaan:
Keutamaan doa setelah adzan tersebut adalah, orang yang membacanya akan mendapatkan syafa'at Nabi pada hari kiamat kelak. Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa setelah mendengar adzan berdoa "Alloohumma Robba haadzihid da'watit taammah, washsholaatil qoo'imah, aati Muhammadinil wasiilata wal fadhiilah, wab'atshu maqoomam mahmuudanil ladzii wa'adtsah" ia akan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari)

DOA MENYAMBUT RAMADHAN (1)

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِى رَمَضَانَ

(Alloohumma baariklanaa fii Rojaba wa Sya'ban, wabaariklanaa Romadhon)

Artinya :
Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta berkahilah kami dalam bulan Ramadhan

**Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Ahmad (no. 2346 dan 2387). Doa tersebut dibaca sejak bulan Rajab.



DOA MENYAMBUT RAMADHAN (2)

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِغْنَا رَمَضَانَ

(Alloohumma baariklanaa fii Rojaba wa Sya'ban, waballighnaa Romadhon)

Artinya :
Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan

**Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Al-Baihaqi dan Thabrani. Doa ini menyambut Ramadhan yang kedua ini lebih populer, namun menurut Al-Albani hadits tersebut dhaif.

DOA KETIKA TURUN HUJAN

اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
(Alloohumma shoyyiban naafi'an)

Artinya :
Ya Allah, (jadikan hujan ini) hujan yang membawa manfaat.

**Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Al Bukhari


DOA ISTIKHARAH

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى

(Alloohumma innii astakhiiruka bi'ilmika, wa astaqdiruka biqudrotika, wa as-aluka min fadhlikal adhiim, fainnaka taqdiiru wa laa aqdir, wata'lamu wa laa a'lam, wa Anta 'allaamul ghuyuub. Alloohumma in kunta ta'lamu anna haadzal amro khoirun lii fii diinii wa ma'aasyii wa 'aaqibati amrii faqdurhu lii wayassirhu lii tsumma baarikli fiih. Wa in kunta ta'lamu anna haadzal amro syarrun lii fii diinii wa ma'aasyii wa 'aaqibati amrii fashrifhu 'annii washrifnii 'anhu, waqdurliyal khoiro haitsu kaana tsumma rodldlinii)

Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kekuasaan-Mu (untuk menyelesaikan urusanku) dengan kodrat-Mu, dan aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau Mahatahu sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib.
Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini untukku, dalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya bagiku, maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini.
Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk untuk diriku, dalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya bagiku, maka jauhkanlah urusan ini dariku, dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya.

**Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Al Bukhari. Doa ini diucapkan setelah shalat istikharah, yakni dua raka'at.

DOA TAHAJUD

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ ، وَمَنْ فِيهِنَّ أَنْتَ الْحَقُّ ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ ، وَالنَّارُ حَقٌّ ، وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ ، اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ ، وَبِكَ آمَنْتُ ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ ، وَبِكَ خَاصَمْتُ ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ ، فَاغْفِرْ لِى مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ ، أَنْتَ إِلَهِى ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

Artinya :
Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi. Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan langit dan bumi serta seisi-nya. Engkaulah yang haq (maha benar), janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, para nabi adalah benar, hari kiamat adalah benar. Ya Allah, hanya kepada-Mu aku pasrah, hanya kepada-Mu aku beriman, hanya kepada-Mu aku bertawakal, hanya kepada-Mu aku bersandar, hanya kepada-Mu aku mengadu, hanya kepada-Mu aku berhukum. Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Dosa yang kulakukan sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau.

**Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Al Bukhari. Muslim, Tirmidzi, An-Nasa'i, Abu Dawud dan Ibnu Majah juga meriwayatkan hadits doa tahajud serupa.

DOA MASUK PASAR, MALL, PLAZA, DSB

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ حَىٌّ لاَ يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

(Laa ilaa ha illaLLoh, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu yuhyii wa yumiit, wa huwa hayyun laa yamuut, biyadihil khoir, wa huwa 'alaa kulli syaiin qodiir)

Artinya :
Tiada Ilah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Dia-lah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Dia-lah Yang Hidup, tidak akan mati. Di tangan-Nya kebaikan. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

**Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Tirmidzi.
Keutamaan doa ini adalah, orang yang membacanya ditulis sejuta kebaikan baginya, dihapus sejuta kejelekan dan diangkat sejuta derajat. Sebagaimana Sabda Rasulullah:

مَنْ دَخَلَ السُّوقَ فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ

“Barangsiapa masuk pasar lalu ia mengucapkan, “Tidak Ilah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Dia-lah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Dia-lah Yang Hidup, tidak akan mati. Di tangan-Nya kebaikan. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu,” niscaya Allah menuliskan baginya sejuta kebaikan dan menghapuskan darinya sejuta kejelekan serta mengangkat derajatnya hingga sejuta derajat”." (HR. At-Tirmidzi, dihasankan Al Albani)

DOA MEMOHON KESUCIAN JIWA

اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِى تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا

(Alloohumma aatii nafsii taqwaahaa wazakkihaa Anta khoirun man zakkaahaa Anta waliyyuhaa wamaulaahaa)

Artinya :
Yaa Allah anugerahkanlah ketaqwaan kepada diriku dan sucikanlah ia, Engkaulah sebaik-baik yang menyucikannya dan Engkaulah yang mengurusi serta memilikinya

**Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Muslim

DOA KAYA (BEBAS HUTANG) 1

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

(Alloohummakfinii bihalaalika 'an haroomik, wa aghninii bifadhlika amman siwaak)

Artinya :
Ya Allah, cukupilah aku dengan rizki-Mu yang halal hingga aku terhindar dari yang Engkau haramkan, Ya Allah kayakanlah aku dengan karunia-Mu hingga aku tidak minta kepada selain Engkau

**Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Tirmidzi dan dihasankan Al Albani
Dalam hadits lengkapnya disebutkan keutamaan doa ini, yaitu akan dibebaskan Allah dari hutang (sanggup membayarnya) meskipun hutang tersebut sebesar gunung.

DOA KAYA (BEBAS HUTANG) 2

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

(Alloohumma innii a'uudzubika minal hammi wal hazan, wal ajzi wal kasal, wal bukhli wal jubni wa dhola'id daini wa gholabatir rijaal)

Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keresahan dan kesedihan, kelemahan dan sikap malas, kekikiran dan sikap penakut serta dililit hutang dan dikalahkan lawan

**Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Al Bukhari

DOA GELISAH

اللَّهُمَّ إِنِّى عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِى بِيَدِكَ مَاضٍ فِىَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِىَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَداً مِنْ خَلْقِكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِى كِتَابِكَ أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِى عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِى وَنُورَ صَدْرِى وَجَلاَءَ حُزْنِى وَذَهَابَ هَمِّى

(Alloohumma innii 'abduka wabnu abdika wabnu amatika naashiyatii biyadika, maadlin fiyya hukmuka, 'adlun fiyya qodloo'uka, as-aluka bikullisminn huwa laka sammaita bihi nafsaka au 'allamtahu ahadan min kholqika au anzaltahu fii kitaabika awista'tsarta bihi fii 'ilmil ghoibi 'indaka an taj'alal Qur'aana robii'a qolbii wanuuro shodrii wa jalaa-a huznii wa dzahaaba hammii)

Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Hukum-Mu berlaku pada diriku. Ketetapan-Mu adil atas diriku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu, agar Engkau jadikan Al-Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku dan pelipur kesedihanku serta pelenyap bagi kegelisahanku.

**Keterangan :
Doa ini dibaca ketika gelisah.
Doa ini diambil dari hadits riwayat Ahmad.
Dalam hadits itu juga disebutkan keutamaannya, yaitu siapa yang ditimpa kegelisahan atau kesedihan lalu membaca doa tersebut, Allah akan menghilangkan kesedihan dan kegelisahannya serta menggantikannya dengan kegembiraan.-

DOA GELISAH UNTUK PEREMPUAN

اللَّهُمَّ إِنِّى أَمَتُكَ وَإِبْنَتُ عَبْدِكَ وَإِبْنَتُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِى بِيَدِكَ مَاضٍ فِىَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِىَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَداً مِنْ خَلْقِكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِى كِتَابِكَ أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِى عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِى وَنُورَ صَدْرِى وَجَلاَءَ حُزْنِى وَذَهَابَ هَمِّى

(Alloohumma innii amatuka wa ibnatu abdika wa ibnatu amatika naashiyatii biyadika, maadlin fiyya hukmuka, 'adlun fiyya qodloo'uka, as-aluka bikullisminn huwa laka sammaita bihi nafsaka au 'allamtahu ahadan min kholqika au anzaltahu fii kitaabika awista'tsarta bihi fii 'ilmil ghoibi 'indaka an taj'alal Qur'aana robii'a qolbii wanuuro shodrii wa jalaa-a huznii wa dzahaaba hammii)

Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba perempuan-Mu, anak perempuan dari hamba laki-laki-Mu, dan anak perempuan dari hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Hukum-Mu berlaku pada diriku. Ketetapan-Mu adil atas diriku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu, agar Engkau jadikan Al-Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku dan pelipur kesedihanku serta pelenyap bagi kegelisahanku.

**Keterangan :
Demikianlah lafadz doa untuk perempuan (muanats) yang difatwakan oleh Ibnu Taimiyah, karena lafadz asli dalam doa pada hadits di atas asalah untuk laki-laki

. DOA MEMAKAI BAJU / PAKAIAN BARU

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

(Alloohumma lakal hamdu Anta kasautaniih, as-aluka min khoiri wa khoiri maa huwa lah. Wa'a-uudzubika min syarrihi wa syarri maa huwa lah)

Artinya :
Ya Allah segala puji bagimu yang telah memberikan pakaian ini , sesungguhnya aku memohon kepadaMu dari kebaikan pakaian ini dari kebaikan yang dibuat untuknya. Dan aku berlindung kepadaMu dari kejahatan pakaian ini dan kejahatan yang dipakai ini dibuat untuknya.

**Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Tirmidzi dan Abu Dawud


DOA MEMAKAI BAJU / PAKAIAN LAMA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى كَسَانِى هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ

(Alhamdulillaahil ladzii kasaanii haadzaa wa rozaqonihii min ghoiri haulin minnii walaa quwwah)

Artinya :
Segala puji bagi Allah yang memberi pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dari-Nya tanpa ada daya dan kekuatan dariku

**Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah

DOA SEBELUM TIDUR

بِاسْمِكَ اللّهُمَّ أَحْيَاوَأَمُوتُ

(Bismika Allaahumma ahyaa wa amuut)

Artinya :
Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan mati

**Keterangan :
Doa di atas diambil dari HR. Bukhari sebagaimana dikutip Imam Nawawi dalam Riyadhus Shalihin

DOA BANGUN TIDUR

الحَمْدُ للهِ الَّذِي أَحْيَانَا بعْدَ مَا أماتَنَا وإِلَيْهِ النُّشُورُ

(Alhamdulillaahil ladzii ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur)

Artinya :
Segala puji bagi Allah yang menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepada Allah akan bangkit

**Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Al Bukhari dan Ahmad

DOA PENUTUP MAJELIS

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

(Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an laa-ilaaha illaa Anta astaghfiruka wa-atuubu ilaik)

Artinya :
Maha suci Engkau ya Allah, dan dengan memujiMu, aku bersaksi bahwa tiada Ilah kecuali Engkau, aku mohon ampun dan bertaubat kepadaMu

**Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Tirmidzi, Abu Dawud dan Ahmad
Doa ini disebut pula Kaffaratul Majlis, karena keutamaannya adalah sebagai penebus dosa dalam majelis tersebut, sebagaimana sabda Rasulullah :

عَنْ أَبِى بَرْزَةَ الأَسْلَمِىِّ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ بِأَخَرَةٍ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَقُومَ مِنَ الْمَجْلِسِ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ. فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ لَتَقُولُ قَوْلاً مَا كُنْتَ تَقُولُهُ فِيمَا مَضَى. قَالَ كَفَّارَةٌ لِمَا يَكُونُ فِى الْمَجْلِسِ

Dari Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu ’anhu ia berkata: “Jika Rasulullah SAW hendak bangun dari suatu majelis beliau membaca: Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika. Seorang sahabat berkata: “Ya Rasulullah, engkau telah membaca bacaan yang dahulu tidak biasa engkau baca?” Beliau menjawab: “Itu sebagai penebus dosa yang terjadi dalam sebuah majelis.” (HR Abu Dawud)

DOA MASUK MASJID

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

(Alloohummaftahlii abwaaba rohmatik)

Artinya :
Ya Allah, bukakanlah untuku pintu-pintu rahamat-Mu

**Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Muslim, An-Nasa'i, Abu Dawuda dan Ibnu Majah

DOA KELUAR MASJID

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
(Alloohumma innii as-aluka min fadhlik)

Artinya :
Yaa Allah aku mohon kepada-Mu akan karunia-Mu

**Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Muslim, An-Nasa'i, Abu Dawud dan Ibnu Majah

DOA MENJENGUK ORANG SAKIT

أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

(As,alulloohal 'adhiim, rabbal 'arsyil adhiim, ayyasyfiik)

Artinya :
Saya mohon kepada Allah yang Maha Agung, yang menguasai Arsy yang agung, semoga Allah menyembuhkan penyakitmu

**Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Abu Dawud dan Hakim, dishahihkan Al Albani. Doa ini dibaca 7 (tujuh) kali. Berikut hadits lengkap yang juga menjelaskan keutamaannya:

مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَحْضُرْ أَجَلُهُ فَقَالَ عِنْدَهُ سَبْعَ مِرَارٍ أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ إِلاَّ عَافَاهُ اللَّهُ مِنْ ذَلِكَ الْمَرَضِ

Barangsiapa yang menjenguk orang sakit yang belum tiba ajalnya, lalu orang yang membesuk itu berdoa tujuh kali 'Saya mohon kepada Allah yang Maha Agung, yang menguasai Arsy yang agung, semoga Allah menyembuhkan penyakitmu' Melainkan Allah akan menyembuhkan orang tadi dari penyakit yang dideritanya. (HR. Abu Dawud dan Hakim, Al Albani berkata "shahih")



































Selanjutnya......

Minggu, 10 Juni 2012

BERANDA

Bismillahirrahmaanirrahiim,...

Segala puja dan puji syukur saya panjatkan hanya kehadirat  Allah swt semata,yang menurunkan ketenangan dalam hati saya dan  kita semua,karena  pada kesempatan ini saya setidaknya bisa kembali meyampaikan sedikit risalah,atau menyambung dan memperluas jalan dakwah  yang sebagaimana saudara-saudara kita terdahulu telah banyak memberikan wejangan dan terus-menerus berdakwah dengan penuh ke ikhlasan hati.

Shalawat dan salam kepada junjungan kita  nabi  Muhammad saw,sebagai pemimpin,suri tauladan yang selalu menjadi  panutan terbaik bagi umat yang membawa risalah Islam.

Allah-lah yang menurunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan atas petunjuk itu dan Allah pula lah menurunkan Al-qur’an melalui Rasul-Nya, menggunakan bahasanya, Al-qur’an diturunkan dibelahan bumi pilihan Allah, yakni Mekkah Al Muqarramah dan sebagai umat islam yang juga terpanggil untuk menjalankan pesan-pesan Allah, maka sudah  kewajiban bagi kita untuk menjadikan Al-qur’an sebagai petunjuk dan pedoman dalam hidup dan kehidupan, yakni memasyarakatkan isi, bacaan dan mengamalkan Al-qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga melalui tulisn-tulisan saya ini,apa yang tertuang agar kiranya berkenan menjadi ingatan dan jalan agar saya dan kita semua selalu dapat saling memberi nasihat yang dapat mengingatkan kita agar selalu berpegang  teguh pada tuntunan agama yang kita cintai yang menjadi pedoman kita yaitu  Al quran dan sunah rosul karena hanya ini yang bisa menyelamatkan kita dunia hingga ke akhirat nanti.

Selanjutnya......